Harapkan Muncul Rekomendasi Kongkret

Harapkan Muncul Rekomendasi Kongkret

Harapkan Muncul Rekomendasi Kongkret

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menginginkan adanya rekomendasi kongkret

untuk diteruskan kepada delegasi yang akan mengikuti Konferensi Asia Afrika. Hal itu disampaikan usai dirinya membuka New Asia Afrika Youth Conference Plus 2015 di Auditorium kampus Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, kemarin (20/4).

Dalam acara yang digagas Dewan Mahasiswa UIN SGD Bandung bekerjasama dengan Organization of Islamic Conference (OIC), Imam berharap dapat menghasilkan sepuluh kebijakan yang bisa direkomendasikan terkait perdamaian dunia di negara Asia Afrika. ’’Ini harus ditindaklanjuti dengan rekomendasi dari para pemuda-pemuda peserta KAA,” sahut Imam.

Selain itu, acara ini dapat memunculkan isu yang pernah didelegasikan di KAA sebelumnya menjadi r

ekomendasi kongkret dan berkelanjutan di setiap negara kawasan Asia-Afrika. Sehingga hal itu menjadi keputusan penting di Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).

”Saya berharap dari konferensi ini nanti masing-masing rekomendasi itu harus ditelurkan dalam aplikasi nyata dimasing-masing negara,” seru Imam.

Pada kesempatan ini, Menpora juga menyampaikan bahwa saat ini, Indonesia sedang menghadapi berbagai krisis,

terutamanya di kalangan pemuda. Seperti krisis moral dan penyalahgunaan narkoba.

’’Karena narkoba semakin merajalela, Presiden Jokowi pun dengan tegas tidak akan memberi ampunan dalam pemberian hukuman mati bagi pelaku narkoba. Negara-negara lain harus memahami kondisi ini,” tegasnya.

Peserta yang hadir berasal dari mahasiswa dalam dan luar negeri. Mahasiswa dari dalam negerinya sendiri merupakan perwakilan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Indonesia. Sedangkan mahasiswa asing berasal dari negara yang pernah tergabung dalam KAA. Plus benua Eropa dan Amerika.

”Saya sangat senang ikut serta dalam konferensi ini. Saya berharap acara seperti ini diselenggarakan setiap tahun. Mempertemukan negara-negara internasional untuk berdiskusi masalah-masalah internasional dan mencari solusi masalah tersebut,” ucap Elmar Iskandar, 24, mahasiswa asal Azerbaijan.

 

Sumber :

https://blog.fe-saburai.ac.id/sejarah-wali-songo/