Kerugian Keuangan Akibat Penipuan

Kerugian Keuangan Akibat Penipuan

Kerugian Keuangan \Akibat Penipuan

Penelitian ACFE menujukkan bahwa perkiraan kerugian akibat penipuan pada tahun 1996 dan 2002 sebesar 6% dari pendapatan pertahun atau sama dengan $600 miliar. Biaya sesungguhnya dari penipuan sulit diukur karena sejumlah alasan, seperti:

  1. Tidak semua penipuan terdeteksi
  2. Dari semua penipuan yang terdeteksi, tidak semua dilaporkan
  3. Dalam banyak kasus penipuan, hanya dapat dikumpulkan informasi yang tidak lengkap
  4. informasi tidak disebarkan dengan benar ke pihak manajemen atau ke badan penegak hukum
  5. sering kali, perusahaan memutuskan untuk tidak melakukan tuntutan hukum atau pengadilan terhadap pelaku penipuan.

Pelaku Penipuan

Sejumlah faktor yang mencirikan pelaku penipuan, termasuk posisinya dalam perusahaan, kolusi dengan pihak lainnya, gender, umur, serta pendidikan.

  1. Gender, walaupun gambaran demografis berubah, terdapat lebih banyak pria daripada wanita yang menempati posisi berotoritas dalam perusahaan, hingga memberikan pria akses yang lebih besar kepada aktiva
  2. Posisi. Mereka yang berada dalam posisi yang paling tinggi memiliki akses terbesar atas dana dan aktiva perusahaan
  3. Umur. Karyawan yang lebih tua cenderung menempati posisi yang lebih tinggi tingkatnya dan karenanya biasanya memiliki akses lebih besar ke aktiva perusahaan
  4. Pendidikan. Umumnya, mereka yang memiliki pendidikan lebih tinggi menempati posisi yang lebih tinggi dalam perusahaan, dan karenanya memiliki akses lebih besar atas dana perusahaan dan aktiva perusahaan lainnya
  5. Kolusi. Salah satu alasan untuk memisahkan kewajiban pekerjaan adalah untuk menghindari adanya peluang yang dibutuhkan oleh pelaku untuk melakukan penipuan. Ketika orang-orang dalam posisi yang penting berkolusi, mereka menciptakan peluan untuk mengendalikan atau mendapatkan akses ke berbagai aktiva, yang tidak mungkin terjadi jika tidak berkolusi.

Skema Penipuan

Laporan Tipuan

Laporan tipuan dihubungkan dengan penipuan oleh pihak manajemen. Jika penipuan melibatkan beberapa bentuk kesalahan laporan keuangan, untuk memenuhi definisi skema penipuan ini, maka laporan tersebut harus memberikan manfaat secara langsung atau tidak langsung bagi pelakunya. Misalnya, jika perusahaan menyatakan kewajiban terlalu rendah untuk menyajikan gambaran keuangan yang lebih baik atas perusahaan sehingga dapat meningkatkan harga saham.

Contoh paling nyata yang dapat kita lihat dari penipuan di atas adalah bangkrutnya perusahaan ‘Enron’. Hal itu terjadi karena ada beberapa masalah, diantaranya kurangnya independensi auditor dalam mengaudit laporan keuangan perusahaan tersebut dan praktik akuntansi yang salah diterapkan. Enron banyak sekali menggunakan entitas bertujuan khusus untuk menyembunyikan kewajiban melalui akuntansi di luar neraca.

Karena hal itulah, maka pada tahun 2002 kongres merumuskan hukum dan presiden Bush mengesahkan Undang-Undang Sarbanes-Oxley. Perubahn utama yang dibuat berkaitan dengan (1) pembuatan komite audit, (2) independensi auditor, (3) tata kelola perusahaan dan tanggung jawab perusahaan, (4) keharusan untuk pengungkapan, dan (5) penalti untuk penipuan dan berbagai pelanggaran lainnya.

Korupsi

Korupsi dapat dilakukan oleh siapa saja dan dalam cara yang bermacam-macam. Misalnya :

  • Penyuapan berarti pemberian, penawaran atas penerimaan berbagai hal yang bernilai untuk memengaruhi seorang pejabat dalam melaksanakan kewajibannya.
  • Hadiah illegal hampir sama dengan penyuapan, namun terjadi akibat adanya tindakan yang telah dilakukan. contohnya seorang kontraktor yang secara diam-diam member hadiah akibat dimenangkannya oleh manajer proposal dari kontraktor dengan nilai yang tidak kompettitif.
  • Konflik kepentingan, terjadi ketika seorang karyawan atas nama pihak ketiga melakukan kewajibannya  atau memiliki kepentingan pribadi dalam aktivitasnya. Contohnya seorang karyawan di suatu perusahaan yang mempunyai toko bangunan juga, ia mengarahkan perusahaan dimana ia bekerja untuk membeli di toko nya dengan harga diatas harga pasar.
  • Pemerasan secara ekonomi, menggunakan ancaman dan tekanan (termasuk sanksi ekonomi) oleh seseorang atau perusahaan untuk mendapatkan suatu yang bernilai seperti aktiva keuangan , informasi , kerjasama perusahaan.

Penyalahgunaan Aktiva

Penyalahgunaan aktiva ini dapat dilakukan dalam berbagai macam :

  • Pembebanan ke akun beban, ini dilakukan untuk menutupi dan    menyeimbangkan antara aktiva dan ekuitas. Dengan membebankan aktiva ke akun beban dan me-ngurangi ekuitas hingga seimbang.
  • Gali lubang tutup lubang,=> asumsi karyawan meminjam uang sehingga cek atau kas dari pelanggan tidak di kredit di akun pelanggan tersebut.
  • Penipuan transaksi, =>penambahan, penghapusan atau pengubahan transaksi yang tidak benar untuk mengalihkan aktiva ke pelaku penipuan. Contohnya dengan mengirimkan gaji ke pihak pelaku padahal gaji itu untuk pegawai yang sudah keluar tapi masih dicatat ada.
  • Skema penipuan komputer, penipuan semacam ini dapat dilakukan dengan berbagai model tetapi dengan tujuan sama yaitu penyalahgunaan aktiva. Seperti perubahan , pencurian, penyalahgunaan file, informasi bahkan sampai perusakan piranti lunak dan keras komputer.

Baca Juga :