METRIK DALAM PROSES DAN DOMAIN PROYEK

METRIK DALAM PROSES DAN DOMAIN PROYEK

METRIK DALAM PROSES DAN DOMAIN PROYEK

Metric harus dikumpulkan sehingga indicator proses dan produk dapat dipastikan. Indicator proses memungkinkan sebuah organisasi rekayasa perangkat lunak memperoleh pengetahuan tentang reliabilitas sebuah proses yang sedang berlangsung (misalnya paradigma, tugas-tugas rekayasa perangkat lunak, produk kerja, dan kejadian penting). Indicator proses memungkinkan manajer dan pelaksana memperkirakan apa yang harus dikerjakan dan yang tidak. Metric proses dikumpulkan di seluruh proyek dan pada perkembangan proses perangkat lunak jangka panjang.

Indicator proyek memungkinkan manajer proyek perangkat lunak:

  1. memperkirakan status sebuah proyek yang sedang berlangsung,
  2. menelusuri resiko-resiko potensial,
  3. menemukan area masalah sebelum masalah menjadi semakin rumit,
  4. menyesuaikan aliran kerja atau tugas-tugas, dan
  5. mengevaluasi kemampuan tim proyek untuk mengontrol kualitas hasil kerja rekayasa perangkat lunak.

Metrik Proses dan Peningkatan perangkat lunak

Satu-satunya cara yang paling rasional untuk meningkatkan proses adalah dengan mengukur atribut tertentu dari proses, mengembangkan serangkaian metric yang berarti berdasarkan atribut-atribut tersebut, dan kemudian menggunakan metric itu untuk memberikan indicator yang akan membawa pada sebuah strategi pengembangan.

Proses adalah factor yang dapat dikontrol dalam mengembangkan kualitas perangkat lunak serta unjuk kerja organisasional.

Pada gambar, proses berada di tengah-tengah sebuah segitiga yang menghubungkan tiga factor yang sangat besar pengaruhnya terhadap kualitas perangkat lunak dan unjuk kerja organisasional. Ketrampilan dan motivasi yang diperlihatkan manusia merupakan satu-satunya factor yang paling berpengaruh pada kualitas dan unjuk kerja tim. Teknologi yang menghuni proses juga berpengaruh. Segitiga proses juga berada di dalam sebuah lingkaran yang menggambarkan kondisi lingkungan yang menyangkut lingkungan pengembangan (seperti alat-alat Bantu CASE), kondisi bisnis (seperti batas waktu, aturan bisnis), dan karakteristik pelanggan (misalnya lancarnya komunikasi).

Kita mengukur reliabilitas proses perangkat lunak secara tidak langsung yaitu dengan mengambil serangkaian metric berdasarkan keluaran yang dapat diambil dari proses. Keluaran menyangkut pengukuran kesalahan yang ditemukan sebelum pelepasan perangkat lunak, cacat yang disampaikan dan dilaporkan oleh pemakai akhir, prduk kerja yang dikirim, usaha manusia yang dilakukan, waktu kalender yang digunakan, konfirmasi jadwal, serta pengukuran yang lain.

Terdapat penggunaan privat dan public untuk tipe-tipe data proses yang berbeda, karena memang alamiah bila perekayasa perangkat lunak sensitive terhadap pemakaian metric yang dikumpulkan pada basis individual. Data-data tersebut juga harus bersifat pribadi bagi individu dan berfungsi sebagai indicator hanya untuk individu. Contoh metric yang bersifat pribadi terhadap individu menyangkut:

– Nilai cacat oleh individu

– Nilai cacat oleh modul

– Kesalahan yang ditemukan selama pengembangan

Metric public biasanya mengasimilasi informasi yang secara orisinil bersifat pribadi bagi individu dan tim. Nilai cacat tingkat proyek, usaha, waktu calendar, dan data yang dikumpulkan dan dievaluasi dalam upaya menemukan indicator yang dapat mengembangkan unjuk kerja proses organisasional.

Maka dari itu diperlukan etika metric perangkat lunak ketika para manajer ingin melembagakan program metric proses:

– Gunakan istilah umum dan kepekaan organisasi ketika menginterpretasikan data metric.

– Berikan umpan balik regular kpada individu dan tim yang telah bekerja untuk mengumpulkan pengukuran dan metric.

– Jangan menggunakan metric untuk menilai individu.

– Bekerja dengan pelaksana dan tim untuk menentukan tujuan dan metric yang jelas yang akan dipakai untuk mencapainya.

– Jangan pernah menggunakan metric untuk mengancam individu dan tim.

– Metric data yang menunjukkan sebuah area masalah tidak boleh dianggap negative. Data-data itu hanya merupakan sebuah indicator bagi peningkatan proses.

– Jangan tergoda pada sebuah metric dan kemudian mengabaikan metric penting yang lain.

Pada saat organisasi menjadi lebih nyaman dengan kumpulan dan manfaat metric proyek, deviasi dari indicator sederhana memberikan suatu cara kepada suatu pendekatan yang lebih teliti yang disebut statistical software process improvement (SSPI). Pada dasarnya SSPI menggunakan analisis kegagalan perangkat lunak untuk mengumpulkan informasi seputar semua kesalahan dan cacat yang terjadi pada saat sebuah aperangkat lunakikasi, system, atau produk dikembangkan dan dipakai. Analisis kegagalan bekerja dengan cara:

  1. Semua kegagalan dan cacat dikategorikan dari awal (contohnya, kekurangan dalam spesifikasi, kekurangan dalam logika, ketidaksesuaian denga standar).
  2. Biaya untuk mengoreksi setiap kesalahan dan cacat dicatat.
  3. Jumlah kesalahan dan cacat dari setiap kategori dihitung dan ditata dalam urutan naik.
  4. Biaya keseluruhan dari kesalahan dan cacat dalam setiap kategori dihitung.
  5. Data resultan dianalissi untuk menemukan kategori yang menelan biaya besar.
  6. Rencana dikembangkan untuk memodifikasi proses guna mengeliminasi kelas kesalahan dan cacat yang paling membutuhkan banyak biaya.

Sumber : https://sam-worthington.net/