Pandangan yang demikian tentu tidak bisa sama sekali untuk dikatakan ishlah

Pandangan yang demikian tentu tidak bisa sama sekali untuk dikatakan ishlah

Pandangan yang demikian tentu tidak bisa sama sekali

Pandangan yang demikian tentu tidak bisa sama sekali untuk dikatakan ishlah . Bahkan semestinya, yang demikian ini dinamakan ifsad . Karena Al-Qur’an telah menyatakan pandangan Allah Ta`ala terhadap kesesatan dan kafirnya orang-orang Yahudi dan Nasrani.

1). Terhadap orang-orang Yahudi Allah Ta`ala menyatakan:

“Katakanlah: Apakah kalian mau aku beri kabar dengan hukuman Allah yang paling jelek bagi kalian orang-orang Yahudi, yaitu orang-orang yang dikutuk oleh Allah dan dimurkai atasnya. Dan sebagian orang-orang yang dikutuk itu Allah jadikan monyet-monyet dan babi-babi dan mereka itu dikutuk karena menyembah para setan. Mereka itu adalah sejelek-jelek manusia dan orang-orang yang paling sesat.” ( Al-Maidah : 60).

2). Terhadap orang-orang Nashara Allah Ta`ala menyatakan:

“Sungguh telah kafir orang-orang yang mengatakan: Sesungguhnya Allah itu adalah Al-Masih bin Maryam.” ( Al-Maidah : 17)

3). Terhadap agama Islam Allah menyatakan:

“Pada hari ini Aku telah sempurnakan bagi kalian agama kalian dan Aku sempurnakan nikmat-Ku atas kalian dan Aku ridha Islam menjadi agama bagi kalian.” ( Al-Maidah : 3)

Sedang syarat dari Allah Ta`ala terhadap Yahudi dan Nashara bila ingin bersatu dengan kaum Muslimin adalah mentauhidkan Allah dalam segala bentuk peribadatan dan tidak menyekutukan-Nya dengan yang lain-Nya. Hal ini dinyatakan oleh Allah Ta`ala dalam firman-Nya sebagai berikut:

“Katakanlah: Wahai Ahlul Kitab (yakni orang-orang Yahudi dan Nasrani), kemarilah kalian kembali kepada kata yang satu di antara kami dengan kalian. Yaitu kita tidak beribadah kecuali hanya bagi Allah dan kita menyekutukan-Nya dengan yang lain-Nya. Dan tidaklah sebagian kita menjadikan sebagian yang lainnya sebagai sesembahan selain Allah. Maka bila kalian menolak ajakan ini, katakanlah kepada mereka: Sesungguhnya kami adalah orang-orang Muslim yang tunduk kepada Syari’at Allah.” ( Ali Imran: 64)

Menyerukan kesatuan agama-agama samawi dengan tidak membangunnya di atas ketauhidan ibadah bagi Allah adalah berarti merusakkan prinsip utama dan terutama bagi Islam, yaitu prinsip ketauhidan dalam peribadatan. Dan pengrusakan terhadap prinsip ini adalah pengrusakan yang amat mendasar. Maka tidak mungkin yang demikian ini dinamakan ishlah , bahkan mestinya dinamakan ifsad .

Baca Juga :