Ratusan Pelajar SMKN 4 Digeber Kesehatan Reproduksi

Ratusan Pelajar SMKN 4 Digeber Kesehatan Reproduksi

Ratusan Pelajar SMKN 4 Digeber Kesehatan Reproduksi

Ratusan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 4 Kota Bogor, selama dua hari,

mengikuti kegiatan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi, yang disampaikan Tim Kesehatan dari Puskesmas Lawanggintung, Bogor Selatan, Kota Bogor.

Dihadapan ratusan para pelajar yang beranjak remaja ini, Lilik Pertiwi, petugas penyuluh yang memberikan materi menganai kesehatan reproduksi remaja ini menjelaskan, remaja merupakan anak berusia antara antara 14 hingga 19 tahun, dimana dalam proses beranjak dewasa, mereka akan mengalami beberapa perubahan yang sangat menonjol. Diantaranya perubahan fisik, perubahan suara, maupun perubahan perilaku.

“Jika seorang remaja pada perkembangan fisik dan psikisnya tidak dibimbing dengan baik

dan benar sejak dini, maka dihawatirkan, akan terjajdi perubahan perilaku yang menyimpang. Beberapa contoh perubahan perilaku Anak Baru Gede (ABG) yang akan berubah menjadi kenakalan remaja itu. Antara lain, penyalahgunaan narkoba, kebut kebutan, tawuran, perlakuan menyimpang, pornografi hingga perlakuan seks bebas,” kata Lilik.

Beberapa kasus Seks bebas yang sering dilakukan para remaja itu, sebagai contoh, lanjut dia, perlakuan seks di luar nikah, seringnya remaja gonta ganti pasangan, serta seringnya remaja mencari kepuasan seks sebelum waktunya.

Kepala SMK Negeri 4 Kota Bogor, Johni Alwis, mengaku, kegiatan penyuluhan kesehatan reproduksi ini,

adalah salah satu program kerja bidang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) SMK Negeri 4 Kota Bogor. “Para siswa siswi ini, sejak dini, harus sudah mulai diperkenalkan mengenai pentingnya mejaga kesehatan reproduksi, terutama bagi para siswi. Karena seusia remaja seperti mereka, pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, adalah hal yang sangat penting diberikan. Guna memberikan pengetahuan agar mereka dapat menjaga perbuatan dan tindakannya, khususnya yang berkaitan dengan perkembangan psikologis mereka,” tegas Johni.

Dirinya berharap, setelah mengikuti kegiatan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi ini, siswa siswi SMK Negeri 4 Kota Bogor akan semakin memahami mengenai pentingnya menjaga dan mengendalikan emosional.

 

Baca Juga :