Sekolah Minim Siswa, Disdik Harus Telusuri

Sekolah Minim Siswa, Disdik Harus Telusuri

Sekolah Minim Siswa, Disdik Harus Telusuri

NGAMPRAH – Banyaknya Sekolah Dasar (SD) di daerah yang mengalami kekurangan siswa harus dijadikan perhatian serius Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat (KBB). Sebab, bukan tidak mungkin kurangnya siswa diakibatkan banyak anak didaerah pelosok KBB yang enggan bersekolah.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat Samsul Maarif Mengatakan, Disdik KBB

seharusnya peka dengan kondisi minimnya siswa ini. Sehingga, harus dicarikan solusi untuk mengatasinya.

Selain itu, minimnya siswa di SDN Rancairung 3 Desa Tanjungjaya, Kecamatan Cihampelas harus diketahui kenapa. Jangan sampai kondisi ini dibiarkan begitu saja. Selain itu, minimnya siswa di daerah akan berakibat pada guru bersertifikasi tidak bisa mendapatkan tunjagan profesi.

“Saya mendesak disdik bisa turun ke lapangan untuk menelusuri masalah yang terjadi. Apakah karena memang jumlah usia sekolahnya yang sedikit atau justru karena tidak mau sekolah atau putus sekolah,” jelas Samsul ketika ditemui kemarin (22/11)

Dirinya menilai, jika minimnya siswa ini terjadi karena anak-anak di daerah enggan bersekolah i

ni bisa menjadi malapetaka bagi dunia pendidikan. Sebab, sebagai mendapatkan pendidikan wagi warga negara indonesia itu dijamin oleh negara.

Kendati begitu, bila kondisi minim siswa dikarenakan kurangnya minat kesekolah tersebut, hal ini bisa disiasati dengan melakukan penggabungan atau merger.

“Itu bisa dilakukan dengan menggabungkan sekolah atau menghapuskannya jika memang tidak efektif.,”cetus dia.

Dia mengatakan, penggabungan sekolah harus dengan pertimbangan yang matang

. Jangan sampai ada masalah baru. Misalkan pada urusan administrasi siswanya.

Selain itu, saat ini masih ada ketimpangan baik soal jumlah siswa maupun guru di sejumlah SD di KBB. Di daerah perkotaan, terutama SD favorit, biasanya jumlah siswa membeludak.

Seperti di SDN 1 Ciburuy, jumlah siswa setiap tahun selalu membeludak, sehingga pihak sekolah kerap menolak pendaftaran siswa.

“Di satu sisi, ada sekolah yang jumlahnya minim dan di sisi lain ada sekolah yang tak bisa menampung siswa. Itu harus bisa diselesaikan,” ujar Samsul.

Terpisah, Kepala UPT Pendidikan SD Kecamatan Cihampelas Budianto membenarkan kondisi minim siswa di salah satu sekolah dasar di Kecamatan Cihampelas.

 

Sumber :

https://egriechen.info/