Waduh, 20 Ribu Lebih Siswa Terancam Putus Sekolah

Waduh, 20 Ribu Lebih Siswa Terancam Putus Sekolah

Waduh, 20 Ribu Lebih Siswa Terancam Putus Sekolah

Sebanyak 20 ribu lebih siswa lulusan sekolah menengah pertama (SMP)

terancam tidak bisa meneruskan sekolah. Soalnya, kuota untuk SMA/SMK negeri sudah penuh.

Hal ini akibat amburadulnya sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Dari 230 SMA/SMK Negeri di Banten hanya mampu menampung 70 ribu siswa. Sedangkan, lulusan SMP sebanyak 97 ribu siswa.

Plt Sekretaris Dindikbud Banten, Ujang Rapiudin menjelaskan, padahal tiga jalur PPDB y

aitu, jalur zonasi, jalur prestasi dan jalur perpindahan telah di revisi, menjadi jalur perpidahan 5 persen, jalur prestasi 15 persen sebelumnya 5 persen dan jalur zonasi 80 persen dari sebelumnya 90 persen.

“Tapi tetap saja, tidak bisa menampung jumlah siswa lulusan SMP yang ada di Banten. Oleh itu kita akan menyarankan untuk masuk sekolah swasta,” ungkapnya kepada awak media, Kamis (4/7).

Ujang juga mengaku, saat ini sudah terdapat 20 SMAN dan SMKN yang telah menambah ruang kelas berdasarkan perintah Gubernur Banten, Wahidin Halim. Penambahan ruang kelas tersebut, kata dia, bukanlah secara mendadak dan asal-asalan. Tapi melihat jumlah animo siswa baru terlebih dahulu.

“Jadi otomatis penambahan ruang kelas sudah dipersiapkan dari awal sebelum PPDB berlangsung.

Bahkan kita juga sudah mengajukan penambahan siswa baru kepada Pak Gubernur. Kalau tidak disetujui, terpaksa masuk sekolah swasta,” katannya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Banten, Al Muktabar mengaku, pengumpulan dan pengarahan seluruh Kepala Sekolah SMA/SMK Negeri maupun swasta telah dilakukan, agar PPDB berjalan secara normatif.

Walaupun hasilnnya, dikatakan Al-Muktabar, tidak bisa semua siswa lulusan SMP di terima pada sekolah negeri karena daya tampung terbatas.

“Kita juga harus memberikan ruang untuk sekolah Swasta. Supaya kebagian siswa,” tandasnnya.

 

 

Sumber :

https://weitweitland.com/mengenal-fungsi-penting-daun-pada-tumbuhan/